Sabtu, 06 Juli 2013

PROFESI KEPENDIDIKAN

PROFESI

F  PEKERJAAN YANG DILANDASI PENGETAHUAN ATAU PENDIDIKAN TERTENTU
F  BUKAN SEKEDAR PEKERJAAN : VOKASI KHUSUS YANG MEMILIKI :
            G  EXPERTISE
            A  RESPONSIBILITY
            B CORPORETENESS
PROFESIONAL DAN PROFESIONALISME
PROFESIONAL
HAL YANG BERKENAAN DENGAN PEKERJAAN KEAHLIAN-KEAHLIAN KHUSUS, MENGHARUSKAN ADANYA PEMBAYARAN UNTUK MELAKUKANNYA.
PROFESIONALISME MERUPAKAN SUATU KELAKUAN, TUJUAN, NILAI ATAU KUALITAS YANG MENCIRIKAN PROFESI.
PENDIDIKAN DAN MENDIDIK

PENDIDIKAN :
v  T. RAKA JONI :
   “PROSES INTERAKSI MANUSIAWI YANG DITANDAI
    KESEIMBANGAN KEDAULATAN SUBJEK DIDIK DAN
    KEWIBAWAAN PENDIDIK”
v  DRIYAKARYA  :
   “PENDIDIKAN IALAH PROSES MEMANUSIAKAN MANUSIA MUDA”

MENDIDIK :
v  KI HAJAR DEWANTARA :
   “MENUNTUN SEGALA KODRAT YANG ADA PADA ANAK
    UNTUK MENCAPAI KESELAMATAN DAN KEBAHAGIAAN”
v  LANGEVELD :
   “MEMPENGARUHI ANAK DALAM MEMBIMBINGNYA SUPAYA
    MENJADI DEWASA

PROFESI KEPENDIDIKAN
PENGKAJIAN YANG BERKAITAN DENGAN PEKERJAAN KHUSUS YANG MEMBUTUHKAN KEAHLIAN, TANGGUNG JAWAB DAN KESEJAWATAN DALAM RANGKA MEMPENGARUHI ANAK UNTUK MENCAPAI KEDEWASAAN.

BIDANG LAYANAN PROFESIONAL
1.     KURIKULUM DAN PROSES
    BELAJAR MENGAJAR
2.     BIMBINGAN KONSELING
3.     ADMINISTRASI PENDIDIKAN

CIRI-CIRI PROFESI MENURUT SANUSI AT.AL (1991)
JABATAN YANG MEMILIKI
  FUNGSI DAN SIGNIFIKASI SOSIAL
  MENUNTUT KETRAMPILAN/KEAHLIAN
  BERDASARKAN BATANG TUBUH DISIPLIN
   ILMU YANG JELAS., SISTEMATIK DAN
   EKSPLISIT
  MEMERLUKAN PENDIDIKAN DI PENDIDIKAN
   TINGGI, WAKTU LAMA.
  LAYANAN YANG DIBERIKAN BERPEGANG
   TEGUH PADA KODE ETIK DAN KONTROL DARI
   PROFESI.
  KEBEBASAN MEMBERI JUDGEMENT TERHADAP
   PERMASALAHAN PROFESI.
  OTONOM DAN BEBAS DARI CAMPUR TANGAN
   ORANG LUAR.
  MEMILIKI PRESTISE DAN IMBALAN YANG TINGGI

NASIONAL EDUCATION  ASSOCIATION (NEA) (1988)
MENGEMUKAKAN KRITERIA JABATAN GURU :
MERUPAKAN JABATAN YANG :
þMELIBATKAN KEGIATAN INTELEKTUAL
þMENGGELUTI BATANG TUBUH ILMU KHUSUS
þMEMERLUKAN PERSIAPAN PROFESIONAL LAMA
þMEMERLUKAN LATIHAN DALAM JABATAN YANG BERKESINAMBUNGAN
þMENJANJIKAN KARIR HIDUP
þMENENTUKAN BAKU (STANDAR) SENDIRI.

PROFESI MENURUT ORNSTEIN LEVINE
Ä  MELAYANI MASYARAKAT, KARIR SEPANJANG HAYAT
Ä  MEMERLUKAN ILMU DAN BIDANG KETERAMPILAN
               TERTENTU
Ä  MENGGUNAKAN HASIL PENELITIAN
Ä  MEMERLUKAN PELATIHAN KHUSUS DAN WAKTU PANJANG
Ä  TERKENDALI BERDASARKAN LISENSI BAKU
Ä  OTONOM DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN
Ä  MENERIMA TANGGUNG JAWAB TERHADAP KEPUTUSAN
               YANG DIAMBIL
Ä  KOMITMEN TERHADAP JABATAN DAN KLIEN
Ä  MEMPUNYAI KODE ETIK
Ä  DIPERCAYA MASYARAKAT
Ä  MEMPUNYAI STATUS SOSIAL DAN EKONOMI YANG TINGGI

KODE ETIK PROFESI

KODE ETIK PROFESI ADALAH NORMA-NORMA YANG HARUS DIINDAHKAN OLEH SETIAP ANGGOTA PROFESI DI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS PROFESINYA DAN HIDUPNYA DI MASYARAKAT.

TUJUAN :

v  MENJUNJUNG TINGGI MARTABAT PROFESI
v  MENJAGA DAN MEMELIHARA KESEJAHTERAAN
               ANGGOTANYA
v  MENINGKATKAN PENGABDIAN PARA ANGGOTA
               PROFESINYA
v  MENINGKATKAN MUTU PROFESI
v  MENINGKATKAN MUTU ORGANISASI PROFESI

PENETAPAN KODE ETIK : HANYA DAPAT DILAKUKAN OLEH ORGANISASI YANG BERLAKU DAN MENINGKATKAN PARA ANGGOTANYA

SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK : BAGI YANG MELAKSANAKAN PELANGGARAN SANKSI MORAL  ATAU SANKSI YANG DITETAPKAN OLEH ORGANISASI PROFESI.

KODE ETIK GURU INDONESIA

e  GURU BERBAKTI MEMBIMBING PESERTA DIDIK UNTUK MEMBENTUK MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA SESUAI JIWA PANCASILA
e  GURU MEMILIKI DAN MELAKSANAKAN KEJUJURAN PROFESIONAL
e  GURU BERUSAHA MEMPEROLEH INFO TENTANG ANAK DIDIK SEBAGAI BAHN MELAKUKAN BIMBINGAN DAN PEMBINAAN
e  GURU MENCIPTAKAN SUASANA SEKOLAH SEBAIK-BAIKNYA YANG MENUNJANG BERHASIL MENUNJANG PROSES BELAJAR MENGAJAR
e  GURU MEMELIHARA HUBUNGAN BAIK DENGAN ORANG TUA DAN MASYARAKAT SEKITARNYA UNTUK MEMBINA PERAN SERTA DAN RASA TANGGUNG JAWAB BERSAMA TERHADAP PENDIDIKAN.
e  GURU SECARA PRIBADI DAN BERSAMA-SAMA MENGEMBANGKAN DAN MENINGKATKAN MUTU DAN MARTABAT PROFESINYA
e  GURU MEMELIHARA HUBUNGAN SEPROFESINYA, SEMANGAT KEKELUARGAAN DAN KESETIAKAWANAN SOSIAL.
e  GURU SECARA BERSAMA-SAMA MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN MUTU ORGANISASI PGRI SEBAGAI SARANA PERJUANGAN DAN PENGABDIAN
e  GURU MELAKSANAKAN KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH DALAM BIDANG PENDIDIKAN

ORGANISASI PROFESI KEPENDIDIKAN PGRI, ISPI, IPBI, HISAPIN, HSPBI, dll.

SIKAP PROFESIONAL KEGURUAN

SIKAP : KECENDERUNGAN PERILAKU GURU TERHADAP PROFESI YANG DIGELUTI
ü  SIKAP TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
ü  SIKAP TERHADAP ORGANISASI PROFESI
ü  SIKAP TERHADAP TEMAN SEJAWAT; HUBUNGAN DENGAN
   LINGKUNGAN KESELURUHAN, MENCIPTAKAN HUBUNGAN SESAMA
   TEMAN DAN SEMANGAT KEKELUARGAAN
ü  SIKAP TERHADAP ANAK DIDIK; ING NGARSO SUNG TULODO, ING
  MADYO MANGUN KARSO, TUTWURI HANDAYANI
ü  SIKAP TERHADAP TEMPAT KERJA
ü  SIKAP TERHADAP PIMPINAN
ü  SIKAP TERHADAP PEKERJAAN 

Senin, 01 Juli 2013

Imam Syafi'i Usia 9 Tahun Hafal Al-Qur'an 30 Juz

Nama   : Abu Abdullah bin Muhammad Idris (Imam Syafi'i)
TTL     : Gaza, Palestina 150 H/767M-Wafat, Mesir, 204 H/20 Januari 820.
Tukisan:
1. Buku Ar-Risalah (Dasar-dasar Hukum)
2. Buku Al-Umm (Hukum Islam)
3. Buku Al-Musnad (Hadist Nabi)
4. Buku Ikhlilaf al-Hadist (Perbedaan tentang Hadist)
Motto : "ilmu itu nur, tak akan diberikan kepada yang  berbuat maksiat"

Namanya lengkapnya Abu Abdullah bin Muhammad Idris bin Idris Asy-Syafi'i. Ayahnya wafat sewaktu ia masih dalam kandungan ibunya, Fatimah bin Abbas. kini para pengikut mazhab Syafi'i tersebar di India, Pakistan, Filipina, Irak, Malaysia, dan Indonesia. Kunci sukses beliau adalah rajin belajar, gemar membaca, dan menjauhi maksiat.

Sejak usia 3 tahun Imam Syafi'i belajar Al-Qur'an. Ia hafal 30 juz dalam usia 9 tahun. Di usia 10 tahun, ia dikirim ibunya ke Desa Banu Hudail untuk belajar sastra Arab. Setiap pagi ia membantu penduduk desa mengembalakan kambing. Dan malam harinya ia belajar. Ada banyak guru yang menjadi gurunya. Ia belajar hukum kepada Imam Muslim, Ilmu hadist kepada Imam Sufyan, serta Ilmu Al-Qur'an kepada Imam Ismail. Dalam usia 10 tahun ia talah hafal buku al-Muwatta' yang disusun Imam Malik. Dalam usia 15 tahun, Imam Syafi'i telah diangkat sebagai mufti (ahli hukum) di Makkah.

Dalam usia 24 tahun Imam Syafi'i melanjutkan pendidikannya ke Madinah menemui Imam Malik. "Apakah kamu sudah pernah membaca al-Muwatta?", tanya Imam Malik. Ia menjawab. "Alhamdulillah, saya sudah hafal seluruh isi buku yang Tuan tulis itu!" Sejak itu, ia langsung diangkat menjadi asisten Imam Malik. Tak lama kemudian, Imam Syafi'i melanjutkan pendidikannya ke Baghdad (Irak) dan belajar kepada Imam Abu Sufyan, sahabat Imam Hanafi.

Mendengar kekuasaan ilmu Imam Syafi'i, Gubernur MesirAbbas bin Musa mengundang ilmuwan ini untuk mengajar di negeri piramid itu. Di samping mengajar, ia menulis sejumlah buku dan buku itu tersebar ke seluruh dunia. sejak itulah menyebar pengikut mazhab Syafi'i ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. dalam usia 54, Imam Syafi'i berpulang ke rahmatullah dan ulama besar yang selalu hidup sederhana ini dimakamkan di pinggir kota Kairo. Meski ia hidup 54 tahun, tapi jasanya dan ketinggian ilmunya mengharumkan dunia islam sampai sekarang. 
  


Jumat, 21 Juni 2013

RPP Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai

By : Chalimatus Sakdiyah, Nadiah Dirayati Atikah, Siska Setyaningsih, Yuni Hapsari
                   Universitas Negeri Jakarta


RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN
BIDANG STUDI                 : Matematika
POKOK BAHASAN           : Aljabar
SUB POKOK BAHASAN  : Perbandingan Senilai dan Perbandingan Berbalik Nilai
KELAS/SEMESTER           : VII/2
WAKTU                              : 45 menit

A.      Standar Kompetensi
Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah.

B.      Kompetensi Dasar
Menggunakan perbandingan untuk pemecahan masalah

C.      Indikator
·         Memahami konsep perbandingan senilai.
·         Memahami konsep perbandingan berbalik nilai.
·         Membedakan peristiwa yang berkaitan dengan perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai.
·         Mengkomunikasikan sebuah peristiwa dengan menggunakan grafik dan menentukan jenis perbandingannya.
·         Mengaplikasikan perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai pada penyelesaian masalah sehari-hari.

D.      Tujuan Pembelajaran
·         Setelah melakukan diskusi kecil bersama kelompok dan guru, siswa dapat memahami konsep perbandingan senilai dengan tepat
·         Setelah melakukan diskusi kecil bersama kelompok dan guru, siswa dapat memahami konsep perbandingan bebalik nilai dengan tepat.
·         Setelah diberikan contoh kejadian sehari-hari siswa mampu membedakan perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai dengan tepat.
·         Jika diberikan suatu kejadian siswa dapat menduga gambar grafik yang bersesuaian dengan kejadian tersebut dengan tepat.


E.       Metode
Diskusi Kelompok Kecil

F.       Alat dan Bahan
·         LAS (Lembar Aktifitas Siswa)
·         Perangkat Komputer
·         LCD

G.     Kegiatan Pembelajaran
1.       Pembukaan
·         Memberi salam
·         Mengabsen kehadiran siswa
·         Mempersiapkan pembelajaran dengan mengelompokkan siswa untuk belajar.

2.       Kegiatan Inti
1.        Apersepsi
·         Memperlihatkan tayangan gambar mengenai perbandingan yang berhubungan dengan kejadian sehari-hari
·         Memberi pertanyaan : Dapatkah kejadian tersebut diungkapkan dalam bentuk grafik?
·         Memberi pertanyaan :  Adakah kejadian lain yang berkaitan dengan perbandingan?

2.        Eksplorasi
·         Siswa yang sudah duduk dalam kelompok-kelompok diberikan seperangkat LAS untuk diselesaikan secara kelompok.
·         Kelompok menyelesaikan tugas berdasarkan LAS
·         Kelompok diminta mempresentasikan hasil pekerjaannya
·         Hasil akhir penyelesaian LAS adalah siswa dapat memahami perbedaan perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai serta dapat menentukan gambar grafik yang bersesuaian untuk perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai

3.        Elaborasi
·         Siswa secara berkelompok menyelesaikan beberapa soal latihan.
1.       Buatlah grafik sesuai dengan data berikut
a.       Perbandingan jumlah bensin dan jarak tempuh

Banyak bensin (liter)
0
1
2
3
4
5
8
10
Jarak tempuh (km)
0
10
20
30
40
50
80
100

 













b.      Perbandingan kecepatan mobil dan waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tertentu
Waktu (jam)
6
5
4
3
2
1,5
1
0,75
Kecepatan (km/jam)
20
24
30
40
60
80
120
160
                               
 









4.        Konfirmasi
·         Siswa menempelkan hasil diskusinya di depan kelas dan beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas.
·         Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini.

5.        Eksplorasi
·         Siswa yang sudah duduk dalam kelompok-kelompok diberikan seperangkat LAS untuk diselesaikan secara kelompok.
·         Kelompok menyelesaikan tugas berdasarkan LAS
·         Kelompok diminta mempresentasikan hasil pekerjaannya
·         Hasil akhir penyelesaian LAS adalah siswa dapat menemukan bentuk umum penyelesaian perbandingan senilai dalam bentuk  dan perbandingan berbalik nilai

6.        Elaborasi
·         Siswa secara berkelompok menyelesaikan beberapa soal latihan.
1)      Vian mampu mengetik pada komputer dengan kecepatan rata-rata 35 kata dalam 1 menit. Dia mulai mengetik pada pukul 08.15 dan selesai pada pukul 11.35. Setiap satu halaman kertas hanya dapat memuat 250 kata. Hitunglah jumlah halaman ketikan yang dihasilkan Vian ?
2)      Seorang pemborong memperkirakan dapat menyelesaikan suatu bangunan selama 45 hari dengan banyak pekerja 20 orang. Setelah 15 hari, pekerjaan terhenti selama 6 hari karena bahan bangunan habis. Tentukan banyaknya pekerja yang harus ditambah agar pekerjaan selesai tepat waktu!

1)      Ari melakukan perjalanan dari kota A ke kota B yang berjarak 180 km. Ia berangkat pukul 07.00 dengan mengendarai mobil yang kecepatan rata-ratanya 60 km/jam. Setelah 2 jam perjalanan, ia istirahat selama 10 menit. Agar Ari tiba di kota B tepat pukul 10.00, berapa kecepatan rata-rata mobil Ari untuk menempuh jarak yang tersisa?

7.        Konfirmasi
·         Siswa menempelkan hasil karyanya di depan kelas dan beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas.
·         Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini.

8.        Penutup
·         Melakukan refleksi pembelajaran hari ini
·         Memberi PR
·         Menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

Jumat, 10 Mei 2013

10 Karakter Muslim (Hasan Al Banna)


1.     Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.
2.    Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut Alqur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala bid’ah yang dapat menyesatkannya.
3.    Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatal Lil Alamin).
4.    Qawiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehinnga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Allah SWT.
5.    Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.
6.    Qodirun ‘alal kasbi, mampu berusaha sehingga menjadikan seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
7.    Mujahidun linafsihi, bersungguh-sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya  seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya maupun orang lain.
8.    Haritsun ‘ala waqtihi, efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
9.    Munazhom fii su’unihi, tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.
10.  Naafi’un Li Ghairihi, bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.

10 Karakter Muslim (Hasan Al Banna)


1.     Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.
2.    Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut Alqur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala bid’ah yang dapat menyesatkannya.
3.    Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatal Lil Alamin).
4.    Qawiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehinnga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Allah SWT.
5.    Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.
6.    Qodirun ‘alal kasbi, mampu berusaha sehingga menjadikan seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
7.    Mujahidun linafsihi, bersungguh-sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya  seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya maupun orang lain.
8.    Haritsun ‘ala waqtihi, efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
9.    Munazhom fii su’unihi, tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.
10.  Naafi’un Li Ghairihi, bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.