Selasa, 29 Oktober 2013

PENANAMAN OLIMPISME UNTUK MEMBANGUN SEMANGAT PERUBAHAN


Setelah minggu lalu membahas olimpisme dalam masyarakat global dan kepemimpinan strategik. Selanjutnya minggu ini dibahas mengenai “penanaman olimpisme untuk membangun semangat perubahan”, namun pada pertemuan ini saya berhalangan hadir.
Ketika berbicara perubahan pasti yang muncul di pikiran kita adalah spiederman, power ranger. Iya benar tapi itu dalam film. Dalam dunia nyata perubahan itu adalah sebuah pergeseran, ada keinginan, dan tantangan. Proses perubahan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan perubahan harus menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Perubahan secara global
Lingkup perubahan itu sangat luas baik disektor ekonomi, teknologi, politik, dan sosial budaya. Perubahan itu bersifat pasti dan tidak bisa dihindari, oleh karena itu tergantung kita bagaimana menyikapinya.
Berikut ada beberapa pandangan mendasar bagaimana menyikapi perubahan.
“Kekuatan Otak” (brain power) kini lebih berperan daripada “Kekuatan Otot” (brute power)
Sumber daya ekonomi tidak lagi muncul dari “kekayaan alam” tetapi dari “kekayaan pola pikir” (Jhon Schuly).
Sebenarnya tidak ada negara/perusahaan yang “bangkrut”, yang ada adalah“tersingkir” atau kalah bersaing  (Peter Drucker).
“Know more” kini lebih berperan dari pada “have more” (Brian Tracy).
Peringatan orang-orang bijak dalam menyikapi perubahan
Charles Darwin (1859):
“Bukan dari ukuran besar ataupun kecil yang akan mampu bertahan, melainkan dari yang mampu lebih cepat beradaptasi.
Charles Handy (1997):
“Kita akan membuat kesalahan bila kita  beranggapan bahwa masa depan adalah kelanjutan masa lalu… sebab masa depan itu akan sangat berbeda dengan masa lalu. Kita harus meninggalkan cara lama agar kita sukses menghadapi masa depan.
Michael Hammer (1997):
“Kalau kita merasa diri kita hebat, kita akan binasa. Sukses di masa lalu tidak menjamin sukses di masa depan. Formula sukses di masa lalu akan jadi penyebab kegagalan di masa depan
Intinya perubahan adalah sebuah tuntutan.karena perubahan itu pasti , dalam dan kita sendiri harus siap untuk menghadapinya, hal ini juga sudah disebutkan dalam ayat Al-qur’an yaitu :
 Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum, sehingga mereka akan mengubah keadaan yang ada pada mereka sendiri “ (Surat Ar-ra’ad :11)
Sesuai Fitrahnya Manusia Diciptakan Sempurna, Sebagai Bekal Dalam  Menghadapi Perubahan Dalam Kehidupannya ….“Sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia dalam bentuk yang Sebaik baiknya.” (Surat At’ tiin : 4)
Untuk Menghadapi Kehidupan Didunia, Manusia Perlu Belajar…..
“Bacalah !! Tuhanmulah yang maha pemurah yang mengajar dengan perantaraan kalam”  (Surat Al’alaq : 3-4)
Bagaimana sikap kita menghadapi perubahan?
·         Antisipatif
Kesadaran diri,direncanakan dengan baik,  orientasi jangka panjang,lebih nyaman, hasil
yang dicapai maksimal.
·         Reaktif
Respon spontan karena tuntutan,perencanaan mendadak, orientasi jangka pendek, stress,hasil yang dicapai minimal-optimal.
·         Terpaksa/situasi kritis
Terpaksa dilakukan,manajemen krisis,orientasi penyelamatan,chaos/depresi,hasil yang di
Capai minimal.
Nilai yang terkandung dalam Olympism mampu membentuk manusia sebagai pembelajar, Sehingga senantiasa siap menghadapi perubahan.
So, tunggu apa lagi sekarang saatnya kita berubah menjadi lebih baik dan menjadi pioner perubahan bangsa dan dunia ke arah yang lebih baik.

Ada Sebuah Cerita Renungan Untuk Kita Semua …

HASRAT UNTUK MENGUBAH DIRI

Ketika aku masih muda serta bebas berfikir dengan  khayalanku,
Aku bermimpi untuk mengubah dunia
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah,
Maka cita-cita itupun kupersempit
Dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku. Namun tampaknya itupun tiada hasilnya.
Ketika usia senja mulai kujelang,
Lewat upaya terakhir yang penuh keputusasaan, Kuputuskan untuk mengubah hanya keluargaku, orang-orang yang paling dekat denganku, namun alangkah terkejutnya aku, merekapun tak kunjung berubah!!!

Dan kini, sementara berbaring di tempat tidur Menjelang kematianku,  baru kusadari:
“Andaikan yang pertama-tama ku ubah adalah diriku sendiri, maka lewat memberi contoh sebagai panutan, mungkin keluargaku bisa kuubah,
dan berkat inspirasi dan dorongan mereka, kemudian aku menjadi mampu   memperbaiki negeriku dan siapa tahu, bahkan aku juga bisa mengubah dunia”

sumber : An Anglican Bishop (1100 A.D), as writen in the crypts of Westminter Abby
(Quoted & published by House of Ideas, 1997)




NILAI-NILAI OLIMPISME DALAM KEPEMIMPINAN STRATEGIK


Kepemimpinan strategik merupakan suatu keadaan untuk menggerakkan, mempengaruhi, dan dapat menanamkan kepercayaan pada orang lain atau sekelompok orang untuk bekerjasama mencapai tujuan tertentu.
Fungsi pemimpin yang utama adalah memberikan arah, mengendalikan, melindungi, dan memberdayakan system sumber daya manusia dan kreativitas dikelompoknya.
Kepemimpinan strategik adalah kompetensi kepemimpinan yang  diperlukan pada lingkungan/kondisi yang kompleks .
Setiap organisasi saat ini membutuhkan kepemimpinan strategik karena tantangan organisasi saat ini begitu kompleks, maka diperlukan pemimpin yang memiliki pola berpikir dan bertindak strategis dan visioner, sehingga setiap keputusan yang dikeluarkan tepat. Kepemimpinan strategik mempunyai dua peran yaitu sebagai manager dan sekalogus sebagai leader.
Seorang pemimpin yang strategik mempunyai karakteristik sebagai berikut :
  • ·         Visioner

Memiliki ganbaran tentang apa yang ingin dilakukan, bagaimana melakukannya dan bagaimana menghadapi hambatan yang ada.
  • ·         Memiliki animo yang besar

Menyukai apa yang dilakukan, membangkitkan semangat dan memberikan inspirasi.
  • ·         Memiliki integritas
  • ·         Dapat dipercaya/jujur
  • ·         Terbuka dan respek terhadap orang lain
  • ·         Berani mengambil resiko
  • ·         Kreatif dan inovaif
  • ·         Belajar dari pengalaman

Peran pemimpin strategik sebagai berikut :
1.      Sebagai motivator
2.      Sebagai fasilitator
3.      Sebagai dinamisator
4.      Sebagai konselor
5.      Sebagai evaluator
Dari penjelasan di atas dapat disimpulakna bahwa penerapan Olympism sangat relevan dan tepat dalam membangun pemimpin strategik karena nilai olimpisme sangat relevan dalam pembangunan karakter kepemimpina strategik. Nilai olimpisme itu adalah :
  •          Visioner (tujuan jangka panjang)
  •           Peaceful (kedamaian)
  •           No Discrimination (tidak diskriminatif)
  •           Mutual Understanding (saling memahami)
  •           Friendship (persahabatan)
  •           Solidarity (solidaritas)
  •           Fair Play (kejujuran,adil,wajar)
  •           Excellence (keunggulan)
  •           Fun (kesenangan)
  •           Respect (menghargai)
  •           Human Development  (pengembangan diri) 
  •           Leadership (Kepemimpinan)
  •           Motivation (semangat,pantang menyerah)
  •           Team Work (kerjasama, sinergi) 

NILAI-NILAI OLIMPISME DALAM MASYARAKAT GLOBAL

Seperti biasa hari ini, Sabtu 19 Oktober 2013 saya kembali mengikuti mata kuliah yang selalu memberikan suntikan semangat kepada setiap mahasiswa yang mengikutinya yaitu Olimpisme.
Seperti biasa sebelum masuk ke materi kita berdo’a terlebih dahulu supaya ilmu yang kita dapat berkah dan mendapat ridho Allah.

رَبِّ زِدْنِىْ عِلْمًا وَارْزُقْنِىْ فَهْمًا  

Artinya : “Ya Allah! Tambahkanlah kepada kami yang bermanfaat dan berikanlah kepada kami pemahaman yang benar.

Materi  hari ini adalah “ NILAI-NILAI OLIMPISME DALAM  KEHIDUPAN MASYARAKAT GLOBAL”.
Ketika kita berbicara tentang globalisasi pasti ada banyak persepsi dalam pikiran kita, mungkin ada yang berpikiran globalisasi adalah pasar bebas 2015, kemajuan ekonomi, kebebasan kebudayaan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dll.
Ada beberapa pengertian globalisasi diantaranya :
·         Kondisi dan situasi dimana terjadi proses perubahan di berbagai sektor yang berlangsung begitu cepat dan mendunia (standar global)
·         Globalisasi dipicu dan dipercepat adanya keterbukaan informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi.
·         Globalisasi mengakibatkan meningkatnya tuntutan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap orang.
·         Kekuatan/daya pikir (kecerdasan, kreatifitas, inovasi) lebih berperan dalam kesuksesan.
Globalisasi mempunyai  impak yang negatif bagi Indonesia, karena dengan adanya globalisasi terjadi pergeseran orientasi pada negara-negara barat, cenderung menjadi negara konsumen, tergantung terhadap negara lain. Selain itu globalisasi juga membawa impak positif diantaranya dengan adanya globalisasi kita jadi lebih mudah menerima informasi, peluang untuk belajar dan meningkatkan kompetensi sangat terbuka luas, kesadaran terhadap pentingnya profesionalisme makin meningkat terutama pada kalangan geberasi muda, masyarakat semakin kritis.
Dampak negatif masyarakat akibat globalisasi :
·         Pergeseran kultur budaya timur ke barat di berbagai aspek kehidupan masyarakat.
·         Berkembangnya sikap-sikap negatif pada kelompok masyarakat karena dampak negatif globalisasi dan modernisasi seperti : sikap individualis, egois, mau menang sendiri, anarki, hedonisme.
·         Menurunnya nasionalisme, rasa kebangsaan, dan persatuan.
·         Berpikir secara instan, kurang semangat kerja keras, masa bodoh.
Supaya dampak globalisasi tidak begitu besar, perlu adanya kondisi penyeimbang yang dapat menetralisir, yaitu :
·         Kecintaan terhadap budaya Nasional masih terasa di lingkungan masyarakat dan generasi muda.
·         Nilai-nilai spiritual masih sangat berpengaruh di seluruh lapisan masyarakat, sehingga merupakan fungsi kendali kehidupan sosial masyarakat.
·         Masih bertahannya budaya masyarakat : kepedulian masyarakat, family culture, sifat gotong royong, hormat pada orang yang lebih tua.
Tantangan terberat dalam globalisasi adalah kondisi pendidikan dan masyarkat isaha yang kurang kondusif, hal ini dikarenakan :
·         SDM kurang siap pakai karena links dan match antara pendidikan dengan lingkunga usaha tidak berjalan sesuai harapan, sehingga menciptakan pengangguran elit.
·         Pembinaan soft skill kepada siswa/mahasiswa yang kurang memadai, sehingga menurunkan kompetensi SDM secara signifikan.
·         Adanya gab besar antar tujuan pendidikan dan industri/usaha, yang menimbulkan frustasi berat masyarakat pendidikan dan usaha.
jika ini terjadi, akibatnya adalah adanya Pengangguran berpendidikan artinya banyak lulusan SMA sederajat/sarjana yang sulit mendapat pekerjaan. Oleh karena itu mulai dari sekarang kita harus mengubah persepsi kita bahwa kita jangan mencari pekerjaan tapi kita harus bisa menyediakan lapangan pekerjaan itu.
Namun, kita tidak perlu khawatir karena masih terdapat kondisi penyeimbang untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu :
·         SDM potensial masih cukup tersedia, untuk disipakan menjadi profesional melalui program peningkatan kompetensi yang terpadu dan berkesinambungan.
·         Peluang kerja masih terbuka lebar di berbagai sektor industri atau usaha seperti : perminyakan, pertambangan, kehutanan, pertanian, pariwisata, peternakan, pendidikan, manufaktur.
·         Meningkatnya kepedulian dunia usaha/industri terhadap pendidikan dengan memberikan program-program pelatihan dan magang untuk meningkatkan soft skill siswa.
Untuk itu, apa yang dibutuhkan masyarakat ??
MASYARAKAT MEMBUTUHKAN  Sebuah Alternatif NILAI - NILAI POSITIF  UNTUK MEMBANGKITKAN SEMANGAT  prestatif DAN SELALU MENJAGA KEHARMONISAN DALAM KEHIDUPAN  DI ERA  GLOBAL  !!!
Dan nilai-nilai Olimpisme sebagai alternatif solusi jawabannya. Nah untuk menyebarluaskan nilai-nilai olimpisme dan menanankan ajarannya kepada anak-anak perlu adanya mata pelajaran olimpisme di sekolah. Karena dengan menanamkan ajaran nilai-nilai olimpisme, living respect, living excellence, dan living fair play sejak dini saya yakin kedepan Indonesia khususnya akan terbebas dari sikap ketidakjujuran, tidak ada kekerasan dan pepeangan, dan dunia akan menjadi damai.
FILOSOFI
“ Citius, Altius , Fortius “
(Lebih cepat, Lebih tinggi , Lebih kuat)
Dalam Sebuah Bangsa, Negara dan Masyarakat Bermakna :

Sebuah Bangsa akan lebih maju dari pada bangsa lain bila  memiliki masyarakat yang selalu ingin lebih cepat dalam beradaptasi (belajar) , lebih tinggi keinginannya dalam mencapai target berprestasi, dan  memiliki kekuatan  sumberdaya  (5M) yang lebih baik.

Senin, 14 Oktober 2013

Olimpiade sebagai Wahana Memahami Budaya Antar Bangsa

Alhamdulillah, akhirnya hari ini, sabtu 12 Oktober 2013 kami bertemu lagi dengan mata kuliah yang selalu memberikan suntikan semangat dan ilmu yang luar biasa, serta tentunya kami dapat bertemu lagi dengan Om jay seorang guru, dosen, trainer, motivator, penulis yang selalu menginspirasi dan memotivasi kami.
Seperti biasa dan memang sudah menjadi kebiasaan Om Jay, sebelum perkuliahan dimulai, Om Jay selalu menampilkan sebuah video, kali ini videonya adalah sebuah video clip salah satu girlband anak-anak Indonesia. Miris memang melihat video tersebut, dalam video itu mereka menyanyikan lagu yang liriknya tidak sesuai usia mereka, dan inilah yang menjadi tantangan kita sebagai guru masa depan untuk dapat mengarahkan mereka menjadi anak-anak yang dapat berkreativitas dan berperilaku sesuai usia mereka.
Materi perkuliahan hari ini adalah “Olimpiade sebagai Wahana Memahami Budaya Antar Bangsa”. Sebagai permulaan Om Jay menampilkan video Opening Beijing 2008, luar biasa memang penampilan pada video tersebut, kekompakan dan kerjasama yang sangat luar biasa. Anak-anak di Cina memang sudah sejak kecil diajarkan untuk bekerjasama. Kontras sekali dengan anak-anak Indonesia saat ini yang tidak diajarkan kerjasama sehingga mereka tumbuh menjadi anak-anak yang hanya memikirkan diri mereka masing-masing.
Definisi dan filosofi budaya itu sendiri adalah suatu cara hidup dan nilai-nilai yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur diantaranya : sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Setiap negara atau bangsa memiliki budaya yang berbeda-beda dan menjadi ciri khasnya masing-masing. Budaya juga dapat menjadi perekat dan pemersatu bangsa atau negara.
Manfaat memahami budaya bangsa :
1.       Sumber pengetahuan yang begitu luas dan dalam tentang sebuah bangsa.
2.       Mendorong munculnya upaya melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya.
3.       Membangun saling pengertian, meningkatkan komunikasi/interaksi dan harmonisasi dalam kehidupan bersosial.
4.       Sebagai langkah menuju perdamaian dunia.
Dengan berbudaya, seharusnya masyarakat dunia hidup dalam damai dan harmonis, namun fakta yang terjadi dalam lingkungan masyarakat kini banyak terjadi perselisihan.
·         Dalam negeri (Indonesia)
-Konflik antarsuku, peristiwa Sampit, Dayak dengan Madura.
        -Konflik antar suporter dan mania sepakbola, bonek dengan warga yang dilalui  
        kereta api Surabaya-Jakarta PP.
-Konflik antar kampung.
-Konflik antar organisasi massa.
-Konflik antar rakyat dan kebijakan pemerintah, dll
·         Luar negeri ( negeri lain)
-Tunisia, Ben Ali....
-Mesir, Husni Mubarak.
-Afghanistan, dll.
Hal yang menyebabkan perilaku manusia yang tidak berbudaya saat ini adalah karena saat ini agama sudah tidak menjadi landasan lagi, padahal semua agama itu tidak mengajarkan peperangan. Beberapa pandangan sosiolog dan budayawan mengatakan, “ kurangnya pemahaman terhadap suatu budaya bangsa dan menurunnya budaya toleransi antar bangsa sebagai salah satu penyebab meluasnya konflik sosial di dunia.”
Disampaikan juga secara tersirat oleh Jacques Rogge President of IOC, “Our worid today is in need of peace, torerance, and brotherhood.”
President of IOC
The values of Olympic games can deliver these to us ( salah satu tujuan gerakan olimpiade adalah perdamaian dunia).
Olimpiade adalah penyelenggaraan olahraga multi event yang diselenggarakan secara berjenjang dengan bermuara pada prestasi. Selain itu olimpiade juga merupakan gerakan dunia yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dunia terhadap budaya berbagai bangsa yang pada akhirnya terbangun saling pengertian, toleransi, dan perdamaian dunia.
Pada akhir perkuliahan kami menyanyikan lagu dari dari The Beatles yang berjudul “Imagine”.


“Pertahankan dan lestarikan nilai-nilai luhur budaya Indonesia agar kita menjadi bangsa bermartabat, aman, makmur dan sehingga penjaga kedamaian dunia”

Jumat, 11 Oktober 2013

Tulisan ini tidak mempunyai judul karena ini hanyalah sebuah curahan hati yang tidak penting, saya juga sebenarnya bingung judul apa yang cocok untuk tulisan ini.


Lima tahun sudah saya bertahan, bertahan demi sebuah mimpi. Tapi sekarang sepertinya saya sudah jenuh dan tidak kuat lagi untuk menghadapinya. Saya pikir saya akan mendapatkan semuanya dari sini, tapi ternyata salah, mungkin akan lebih tepat jika semua yang saya dapatkan sekarang dan nanti berawal dari sini. Sejak masuk PT saya memang lebih tenang dibandingkan ketika saya masih SMA dan mungkin masa-masa SMA adalah masa-masa terberatku. Banyak sekali masalah yang harus saya hadapi, hingga akhirnya saya down saat itu. Saya seperti tidak punya harapan lagi, beruntung saya mempunyai keluarga yang terus mendorong saya untuk terus maju dan menggapai mimpi saya, membuktikan kepada semuanya bahwa saya bisa meraih apa yang saya inginkan. Akhirnya saya benar-benar dapat meraihnya meskipun belum semua yang saya inginkan tercapai. Namun masalah yang saya hadapi saat ini tetap saja sama dan akan selalu sama meskipun tidak seberat ketika masih SMA. Bertahun-tahun saya mencoba bertahan berharap masalah ini bisa cepat selesai, namun dugaan saya salah. Sepertinya saya akan terus menghadapi masalah ini jika saya terus bertahan. Sepertinya saat ini saya benar-benar sudah tidak kuat lagi untuk bertahan, saya ingin keluar dari masalah ini keluar dari ikatan yang terus mengikat. Saya tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini karena kunci permasalahan ini bukan pada saya, saya masuk ketika masalah ini sudah ada dan saya pun tidak mengetahui jika masalah ini ada. Mungkin temen-temen pembaca bingung membaca tulisan ini, karena tulisan ini seperti teka-teki. Tapi dengan saya menulis tulisan ini, saya bisa sedikit lega karena apa yang saya hadapi berkurang 1%. Cukup saya dan Allah saja yang tahu apa yang saya hadapi saat ini.

Senin, 23 September 2013

Kata Mereka Tentang Matematika

Ini pertanyaannya :
1.       Menurut kalian matematika itu apa sih?
2.       Apakah kalian suka matematika? Berikan alasan.
Pertanyaan di atas saya tanyakan kepada murid les saya dan teman-teman sekolah adik saya.
Nah ini jawaban.
·         Mtk itu ilmu. Aku suka matematika karena aku suka aja ngitung-ngitung gituuu. Udah dari SD suka sama mtk. (Almira Della, kelas X SMAN di Jakarta)
·         Musuh yang harus dituntaskan. Bukan suka hanya berusaha suka karena merupakan suatu keharusan dimana dipaksa atau tidak harus diperhatikan. (Tika, kelas XI A SMAN di Jepara)
·         Matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang angka. Ya, saya suka karena kalau belajar mtk punya tantangan, jika kita menemukan cara untuk menemukan jalan keluarnya untuk menjawabnya hati terasa puas. ( Mualimah, kelas XII SMAN di Jepara)
·         Matematika itu ilmu pasti nggak PHP kalau bener ya bener kalau salah ya salah,,, (Eko, kelas XI SMAN di Jepara)
·         Mtk itu ya pelajaran dalam segala bidang, seneng soale kinerja otake luweh tinggi. (Nur Rahayu Adinda, kelas IX SMPN di Demak)
·         Mtk itu serangkaian angka yang berkesinambungan rumus-rumusnya....suka kalau bisa ngerjain cos ada kepuasan tersendiri....(Ruri, kelas XII SMAN di Jepara)
·         Matematika itu ilmu pasti, jujur saya suka matematika, tapi terkadang saya sedikit “nggonduk” saat nggak paham. (Widodo, kelas XII SMAN di Jepara)
·         Matematika itu pelajaran yang sebagian besar mengedepankan perhitungan, dimulai dari tambah, kurang, kali, bagi, dsb dan sangat penting untuk penerapan kehidupan sehari-hari. Suka sama matematika coz tinggal menghafal/memahami rumusnya aja. (Eva Ria Safitri, kelas IX SMPN di Demak)
·         Aku seneng mtk soale aku pernah dapet nilai ulangan 90, tp rada sebel soale salah dikit jadi salah ngga ada penawaran. (Fatima, XII SMAN di Jepara)
·         Matematika itu cara perhitungan. Suka sama matematika, pokoknya suka. (Wulan Ramandani, kelas IX SMPN di Demak)
·         Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang menyenangkan. Suka matematika karena matematika itu tidak kebanyakan nulis, hanya mengerjakan soal, ngafalin rumus. (Lailatus Syarifah, kelas IX SMPN di Demak)
·         Matematika itu sesuatu yang menyebalkan, menurutku itu soale aku remidi terus. (Ratna, kelas XII SMAN di Jepara)
·         Matematika itu salah satu mata pelajaran dalam pendidikan formalku....suka matematika karena ngga banyak nulis, hanya disuruh menghafal rumus, dan menghitung. (Nurul Sri Yuliarti Sutrisno, kelas IX SMPN di Demak)
·         Matematika iku nyebelke, ngga banget, soale bingungi. (Junaidatus Salam, kelas IX SMPN di Demak)
·         Mtk itu bisanya bwt q pusing. Tidak sama sekali suka mtk. Gx nho ng pitakon kubur. (Mega, kelas XII SMAN di Jepara)
·         Seneng banget soale mtk iku ues seneng awet SD. Ilmu pasti ngga mikir tkan endi-endi. (Evi, kelas XII SMAN di Jepara)
·         Matematika itu pelajaran tentang ilmu pasti, aku suka matematika kalau aku paham dan bisa ngerjain, tp kadang sebel sama matematika kalau aku ngga paham dan ngga bisa ngerjain soal-soal. (Fatima, kelas XII SMAN di Jepara)
·         Mtk itu ilmu pasti yang tak kan pernah berubah dari dulu sampe sekarang, suka jika paham susah jika ngga paham. (Arianto, kelas XII SMAN di Jepara)
·         Matematika itu angka. Suka sih kalau ngga rumit, terus paham, terus menyenangkan. Soalnya suka males kalau aku ngga tau materi  itu buat apa dalam kehidupan. Kalau aku udah tau manfaatnya kayaknya lebih semangat deh. (Wawan kwlas XII SMAN di Jepara)
·         Mapel mtk iku favoritk awet SD sampe aku pengen dadi guru mtk, haha.....Amin. aku suka mtk coz ilmu pasti. Wes ono rumuse sisan, dadi gak perlu menganalisis disik kyk pelajaran bahasa. (Umi Kholifah, kelas XII SMAN di Jepara)
·         Matematika adalah pelajaran. Suka setengah karena sukanya kalau bisa mengerjakan dan susahnya kalau ngga bisa mengerjakan. Makanya suka setengah aja. (Metria Dwi Virahestt, kelas IX SMPN di Demak)
·         Mtk adalah sebuah ilmu perhitungan, sangat amat suka karena aku suka aja. (Evi Kholisoh, kelas IX SMPN di Demak)
·         Matematika adalah permainan angka. Aku setengah suka setengah ngga, suka kalau permainan itu mudah, ngga suka kalau susah. (M Fatkurrahman, kelas IX SMPN di Demak)

Kesimpulan

Dari jawaban survei di atas dapat kita ketahui bahwa masih banyak yang tidak menyukai matematika dan mereka hanya menganggap matematika itu hanya angka, rumus dan  tidak tahu kaitan matematika  dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu sebagai pendidik hendaknya menggunakan metode pembelajaran yang tepat yang dapat memberikan dan kaitkan dengan kehidupan sehari-hari supaya anak didik tidak bertanya-tanya mengapa kita harus belajar matematika dan  Apa gunanya?

Sabtu, 21 September 2013

Penyebarluasan Olimpisme Melalui Olimpiade Modern

Alhamdulillah sudah memasuki hari sabtu lagi, disaat mahasiswa yang lain sedang libur kami masih mencari ilmu untuk mencharge semangat yang sudah mulai berkurang. Semoga setelah mengikuti kuliah Olimpisme ini semangat baru mulai hadir untuk menemani aktifitas seminggu kedepan.

Sabtu, 21 September kuliah Olimpisme memasuki pertemuan ke empat. Saya sampai di kampus pukul 07.05, seperti biasa kelas masih sepi hanya ada 3 mahasiswa angkatan 2013. Seperti biasa sebelum kuliah dimulai kami membaca Al-Qur’an bersama-sama yang dipimpin ketua kelas. Tepat pukul 08.00 Om Jay memulai perkuliahan, sebelum masuk materi Om Jay memberikan apresiasi kepada pengirim resume pertama dengan memberikan sebuah buku. Bukan Om Jay namanya kalau tidak menampilkan video sebelum masuk kemateri. Video kali ini bercerita tentang seorang penjual soto yang menolong seorang anak yang ketahuan mencuri obat untuk ibunya yang sedang sakit, penjual soto itu kemudian membayar semua obat yang dicuri anak tersebut dan memberinya sebungkus sup setelah. Singkat cerita, pedagang sup tersebut jatuh sakit dan tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Namun kahirnya biaya pengobatan tersebut akhirnya dibayar lunas oleh seorang dokter yang ternyata adalah anak yang ditolong 30 tahun lalu. Cuplikan singkat video ini mengajarkan kita bahwa kita harus saling tolong menolong antar sesama, namun nilai tolong menolong atau memberi dikalangan masyarakat sudah jarang ditemui, masyarakat saat ini cenderung egois dengan kepentingan masing-masing. Pesan dari video ini adalah “Giving is the best way communication”.

Materi hari ini adalah “Penyebarluasan Olimpisme Melalui Olimpiade Modern”. Latar belakang terbentuknya olimpiade modern adalah karena gagasan Baron Pierre De Coubertin, seorang  bangsawan Prancis, yang membangkitkan kembali  semangat olimpia (olimpisme) yang dipadukan dengan  penyelenggaraan pertandingan olah raga tingkat internasional (olympic games)  yang kemudian  dikenal dengan gerakan olimpiade (olympic movement).
Ide Gerakan Olimpiade Pierre De Coubertin’s  
  • Mengajak negara-negara didunia untuk bersama menghidupkan kembali nilai &  kegiatan  Olimpiade (olimpisme) sebagai solusi mengatasi krisis sosial, politik akibat dari konflik dan permasalahan di berbagai & antar Negara . 
  • Kegiatan Olimpiade diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat persaudaraan dalam upaya membangun resolusi perdamaian untuk mengatasi kekacauan yang terjadi di seluruh dunia  
  • Untuk maksud tersebut dan agar pelaksanaan aktifitas pergerakan olimpiade berjalan secara terpadu dan berkesinambungan  di seluruh dunia  maka ditetapkan piagam olimpiade (Olympic Charter)
  • Gerakan Olimpiade dikoordinir oleh International Olympic Committe (IOC). Olimpiade pertama kali diadakan di Athena pada tahun 1896.
Tujuan dari gerakan olimpiade sendiri adalah :
  • Mempromosikan dan menyebar luaskan paham yang terkandung dalam olimpiade (olympism) secara umum dan menanamkan nilai filosofi  olahraga sebagai dasar pembentukan fisik dan pengembangan moral manusia .
  • Untuk mendidik generasi muda melalui olahraga  yang dilandasi  oleh semangat saling pengertian dan persaudaraan  antar bangsa yang lebih baik, sehingga   memungkinkan terbentuknya dunia yang lebih damai dan kondusif.
  • Untuk menyebar luaskan prinsip-prinsip Olimpiade keseluruh dunia, sehingga membentuk semangat  perdamaian international.
q   Mempertemukan atlet dunia dalam suatu festival olahraga Internasional empat tahunan, yang hingga kini dikenal  dengan pertandingan olimpiade (Olympic Games).
simbol Olimpiade


Simbol gerakan olimpiade modern terdiri  5 Cincin Dengan Lima Warna : Biru, Kuning, Hitam, Hijau dan Merah dengan latar belakang putih. 5 cincin Menggambarkan wakil dari 5 benua yakni ; Asia, Eropa, Afrika, Amerika,  dan Australia, serta negara negara di dunia  yang di simbolkan dengan 5 warna yang merupakan bagian dari warna bendera masing masing Negara. Simbol ini diciptakan oleh B.Pierre de Coubertin, dan diluncurkan pertama kali dan di gunakan tahun 1914 pada kongres olimpiade di Antwerpen. Motto dari olimpiade modern adalah “ Citius, Altius , Fortius “ (lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat).

Pembahasan selanjutnya adalah struktur organisasi gerakan olimpiade dunia (IOC). IOC adalah pendiri, pelaksana gerakan olimpiade. IOC adalah Organisasi Internasional non-governmental non-profit organisation (NGO). IOC selalu melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Komite Nasional Olimpiade (National Olympic Committee /NOC) yang berada di setiap di setiap negara dan Federasi Olah Raga Internasional (International Sports Federation) dan Asosiasi Olahraga Kontinental (Continental Associations of NOCs) dalam pelaksanaan berbagai gerakan olimpiade. Selain itu IOC membawahi  komite-komite  olimpiade di setiap kontinental  yakni ;  Association  of National OlympicCommittees of Africa (ANOCA), The European Olympic Committees (EOC), Olympic Council of Asia (OCA), Pan American Sports Organization (PASO), Oceania National Olympic Committees (ONOC). Internasional  Sport s Federation,  merupakan organisasi  yang bertanggung jawab dalam pembinaan dan pengembangan  masing-masing cabang  olahraga secara internasional.
Peran IOC dalam gerakan olimpiade adalah :
  1. Mendorong terjadinya koordinasi, pengorganisasian dan pengembangan olah raga dan kompetisi olah raga diantara institusi olahraga baik tingkat nasional maupun internasional.
  2. Bekerjasama dengan pihak publik maupun swasta dalam penyelenggaraan olimpiade
  3. Menyelenggarakan pertandingan olimpiade musim panas dan musim dingin secara reguler (4 Tahunan)
  4. Bekerjasama dengan institusi olah raga Internasional (IF’s) dan nasional (NOC) melakukan koordinasi menyelenggarakan kegiatan dan aksi aksi penyebarluasan nilai nilai olah raga (olympism)
  5. Mendorong gerakan olimpiade dan penyelenggaraan olimpiade sehingga dapat berperan dalam membantu menyelesaikan masalah masalah lingkungan.

National Federations yang berada di Indonesia adalah KOI ( Komite Olimpiade Indonesia). Organisasi inilah yang menjalankan kerja sama dengan IOC dalam penyelenggaraan olimpiade. Olimpiade dilaksanakan dua kali, yaitu musim panas (Summer Olympic) dan musim dingin ( Winter Olympic). Winter olympic pertama kali diadakan pada tahun 1924 di Charmonix, sedangkan summer olympic pertama kali di adakan pada tahun 1896 di Athena, Yunani.

Selanjutnya adalah mengenai olahraga di Indonesia. Sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia mengalami diskriminasi, namun akhirnya bangsa Indonesia menyadari bahwa olahraga itu penting untuk alat perjuangan, persatuan dan kesatuan, dan sarana pendidikan. Olahraga juga berfungsi untuk meraih kemerdekaan Indonesia dan dengan olahraga eksistensi sebagai negara yang merdeka semakin kokoh dan jelas terwujud. Setelah kemerdekaan Indonesia membentuk Komite Olimpide Republik Indonesia (KORI) dan Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI). Indonesia diakui sebagai negara anggota IOC pada 11 maret 1952 yang ditandai dengan surat yang ditandatamgani oleh Otto Mayer. Hingga saat ini atlet Indonesia telah bisa meraih medali emas untuk Indonesia tercinta.
Kuliah hari ini ditutup dengan kuis dan tugas individu yang dikumpul lewat email serta lagu dari D’masiv “jangan menyerah”.

Demikian resume untuk pertemuan kali ini, semoga bermanfaat.