Minggu, 31 Agustus 2014

Dilema Murid

Hari ini seperti biasa aku ngajar privat muridku yang kelas 11 IPS, muridku yang ini anaknya memang pendiem banget harus dipancing buat ngomong. Seperti biasa setelah aku jelasin dia aku kasih soal untuk dikerjakan. Ngga tau kenapa tiba-tiba aku pengen tau mata pelajaran yang dia suka. Jadilah aku nanya ke muridku itu.

Saya    : “X (sebut saja namanya X), pelajaran yang paling kamu suka apa?”
X         : “mmmm…. Apa ya ka? (sambil mikir), ngga ada ka, hampir semua pelajaran ngga suka.”
Saya    : (semakin bingung dan makin kepooo) “serius ngga ada? Kenapa?”
X         : “Gurunya nyebelin semua ka”.

Jlebb banget dengernya, ngga nyangka dia bakal jawab gitu. Biasanya kalo murid ngga suka sama pelajaran karena pelajarannya susah. Langsung tambah lagi deh kepoku….

Saya    : “emang gurunya kenapa kok nyebelin? Jelasinnya kecepetan atau gimana?”
X         : “Ya gitu ka, aku belum ngerti tiba-tiba udah lanjut aja, kayaknya temen-temenku juga blum ngerti dan itu semua pelajaran ka.”
Saya    : "Di sekolah kamu sekarng ada guru PPL/PKM kan?"
X         : " Iya ada ka, ada ekonomi, kewirausahaan, sama jepang".
saya     : " Trus sama guru PPL/PKM ngajarnya gmna? enak ngga?" (berharap jawabannya berbeda).
X         : " sama aja ngga enak ka."
saya     : (semakin bingung mau nanya apa lagi) "yaudah deh kamu lanjutin aja ngerjain soalnya."

Ini baru satu murid, mungkin masih banyak murid yang mempunyai dilema yang sama seperti muridku yang satu ini. Sebagai guru memang penting mengetahui keadaan muridnya per individu dan harus selalu menanyakan apakah sudah paham atau belum. Perhatikan murid per individu karena setiap individu (murid) punya masalah masing-masing yang berbeda-beda, entah itu masalah terkait pelajaran, pergaulan, ataupun yang lainnya, tidak selamanya murid yang diam itu bisa dan tidak selamanya murid yang bikin ulah itu tidak bisa. Every child is special.

Ini merupakan pelajaran berharga bagiku karena kebetulan sekarang aku sedang PKM, ngajar di sekolah yang jumlah dan sifat-sifat muridnya berbeda dengan ketika ngajar di bimbel maupun privat. Di sini aku mempunyai murid yang karakternya bervariasi, ada yang rajin, ada juga yang males untuk mengeluarkan buku (padahal hanya mengeluarkan buku belum disuruh untuk mengerjakan soal). Mungkin aku harus bisa mengenal mereka lebih dekat per individu supaya aku tahu masalah mereka dan bisa mengetahui kenapa mereka seperti itu. Mereka seperti itu (murid bermasalah) tidak mungkin tanpa sebab, pasti ada yang mendasarinya. Itulah yang menjadi PR para pendidik termasuk aku.


Semoga aku bisa menjadi pendidik yang menjadikan mereka anak-anak yang sholeh dan sholehah, pintar, serta menjadi pendidik yang selalu ada ketika mereka butuh tempat berbagi.
I want to be a good dan inspiratif teacher.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar